Mengapa Tuhan Memilih Israel Sebagai Bangsa Pilihan?

Israel sering dikenal sebagai "orang pilihan", atau "bangsa pilihan". Ini seperti mengindikasikan bahwa Tuhan lebih menyukai dan mengasihi satu bangsa dibandingkan bangsa lainnya.

1 Tawarikh 16:13 berkata:  "hai anak cucu Israel, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, orang-orang pilihan-Nya!"

Alkitab sungguh menegaskan fakta bahwa Tuhan sungguh-sungguh memilih satu bangsa diatas bangsa lain di dunia ini. Jadi, mengapa Tuhan membuat suatu perbedaan? Ini kelihatan seperti sebuah tindakan yang berlawanan terhadap statusnya sebagai Pencipta manusia.

Suati kali, saya pernah berbicara pada sebuah gereja tertentu tentang arti penting Israel dalam ramalan peristiwa akhir zaman, menyatakan fakta bahwa Tuhan sudah menjanjikan kepada bangsa Yahudi, sebuah negeri Israel, dan Ia akan berkomitmen kepada bangsa pilihanNya. Setelah pelayanan, seorang pria menggoncangkan tangannya kepada saya sambil menuju pintu keluar, dan ia berkata, "Saya tidak akan melayani Tuhan yang lebih menyukai satu bangsa diatas bangsa lainnya".

Pernyataannya membuat saya terkejut, tetapi saya dengan cepat menyadari ketulusan dalam pernyataannya tersebut. Saya melihat kepadanya dan melihat ketidaksenangannya, lalu dengan cepat saya membalas, "Pak, saya pun juga tidak!"

Pernyataanya menyebabkan saya memikirkan berbagai macam implikasi akibat kesalahpahaman rencana ilahi yang sudah ditakdirkan Tuhan terhadap bangsa Israel.

Saya pikir penting disadari, bahwa ketika Tuhan membuat sebuah janji, Ia menepatinya, tanpa memperhatikan apakah pihak lain yang terlibat menepati janji mereka atau tidak.

Tuhan itu tepat janji dan benar terhadap FirmanNya. TindakanNya tidak menyimpang, atau berubah. Jika Tuhan merubah sesuatu berdasarkan tindakan orang lain, maka ia bukanlah Tuhan! Karena jika demikian, maka keselamatan tidak akan pernah menjadi jaminan, yaitu Tuhan merubah pikiranNya

Secara pribadi, saya tidak akan melayani Tuhan yang berubah-ubah. Ini akan menjadi sangat kisruh, dan sangat tidak menjamin!

Dalam dunia saat ini, adalah penting untuk memahami mengapa Tuhan mengecualikan Israel dari bangsa lainnya, agar gerakan anti-Yahudi tidak tumbuh subur dan pesan Kristus tidak terhalang.

Mari kita mulai dengan berpikir bahwa Tuhan sebenarnya tidak memilih sebuah bangsa ketika ia membuat perjanjian dengan Abraham. Tuhan telah menghakimi seluruh bangsa di dunia dengan air bah, sampai Ia memanggil Abraham untuk meninggalkan negeri asalnya, Ur, dan memulai sebuah perjalanan menuju ke negeri lain.

Abaraham lahir hanya 400 tahun setelah air bah; ini mengindikasikan bahwa populasi dunia pada saat Tuhan memanggilnya berjumlah sedikit. Kenyataannya, Nuh meninggal hanya 2 tahun sebelum Abraham lahir.

Pada saat itu tidak ada sebuah negeri yang didirikan dan tidak ada batas negara. Yang ada hanyalah jaringan kota ke kota. Kemudian Nimrod menetapkan sebuah sistem perserikatan pertahanan, yang memungkinkannya membuat sebuah konsolidasi satu tatanan dunia!

Nimrod lahir sekitar 250 tahun sebelum Abraham. Sebenarnya ini adalah skema setan untuk memaksakan semua suku bangsa bumi  agar "berkumpul bersama", menyesuaikan diri terhadap sistem agama, budaya, dan geopolitik ekonomi yang seragam dan terpusat.

Semua kota dan suku terlibat dalam politheisme penyembahan berhala. Nimrod bahkan beribadah dengan menanggap dirinya sebagai perwujudan anak tuhan, atau dewa matahari. Semua kota ini antara lain adalah Erek, Akad, Larsa, Babel, Fara, Kish, Lagash, Eridu, Nippur, dan Ur.

Lalu Tuhan memanggil Abraham dengan tujuan untuk membuat sebuah negara yang menjadi kesaksian satu-satunya Tuhan yang benar! Tuhan telah berkata kepada Abram, keluarlah dari negeri, dari keluarga, dan dari rumah bapak, menuju ke suatu negeri yang akan ditunjukkan.

Kejadian 12:1, "Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;"

Ini adalah Perjanjian Abraham. Tuhan bisa memilih siapapun yang Ia harapkan menjadi bapak negeri baru untuk menjadi kendaraan kesaksianNya. Mungkin saja Tuhan telah memanggil orang lain tetapi mereka tidak merespon seperti Abraham. Sementara, Abraham patuh, lalu meninggalkan Ur, dan pergi dari dunia penyembah berhala untuk mengikuti Tuhan.

Jadi, pada intinya, Tuhan tidaklah memilih Israel, Ia memilih Abram, dan Abram memilih untuk menerimanya. Penting untuk diingat bahwa nama Israel baru muncul ketika Tuhan merubah nama Yakub menjadi Israel.

Kejadian 12:2-3, "Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat. "

Ulangan 7:7-9 memberitahu kita, “ Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu—bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? — tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir. Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan.

Dalam perjanjian ini, Tuhan mengucapkan berkat untuk semua orang karena Abraham telah masuk ke dalam sebuah perjanjian.

Sekarang, apakah itu terdengar seperti Tuhan lebih mengasihi satu orang dibanding yang lainnya menyangkut tentang cinta dan belas kasihan? Tentu saja tidak.

Tuhan mengasihi semua bangsa, dan semua suku bangsa, dan semua keluarga. Ini adalah kebijaksanaan Tuhan untuk memilih seseorang untuk mewujudkan garis keturunan yang Ia ingin berkati. Tuhan menyatakan sejak dari sebelum Penciptaan bahwa ia akan mewujudkan diriNya ke dalam manusia untuk menjadi perwujudan ekspresi cinta Tuhan untuk semua manusia. Dengan memasuki ke dalam perjanjian dengan Abraham, maka Tuhan sesungguhnya menepati semua perkataanNya!

Pilihan ini membuktikan bahwa Tuhan adalah kasih. Pemilihan oleh Tuhan ini memperlihatkan bahwa Ia mengasihi orang yang sesat sama banyaknya dengan Ia mengasihi orang yang taat. Lagipula, Perjanjian Abraham adalah sebuah rencana di mana semua orang dapat diberkati melalui kebebasan mereka memilih untuk menerima manifestasi Tuhan.

2 Petrus 3:9, "Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat."

Kabar baik dikabarkan untuk semua bangsa, dan semua orang, ras, dan budaya. Tuhan tidak berpaling dari bangsa Arab, atau Palestina, atau siapapun. Sebaliknya, Ia menawarkan kasih kepada musuh Israel. Saat ini orang Kristen ada di setiap negara. Tetapi kebanyakan orang berasumsi bahwa Israel diangkat menjadi sebuah status elit, atau mendapat perlakuan istimewa karena Tuhan memilih sebuah negara. Tetapi biarkan saya jelaskan satu poin yang sangat penting mengenai pemilihan ini.

Titik penekanannya adalah: Ketika Tuhan memilih seseorang atau bangsa, setan menyorotinya sebagai target penganiayaan. Jadi, ketika Tuhan memilih Israel, pada intinya setan juga akan memilih mereka juga.

Untuk mereka yang mengkritik Tuhan karena memilih Israel menjadi bangsa pilihan, saya mengajukan pertanyaan ini; Apakah anda bisa bertahan memikul penderitaan sama dengan yang Israel miliki ? Dapatkah kamu lebih berhasil dibandingkan dengan Israel?

Bukankah ironis bahwa pada saat ini terdapat hampir 200 negara, dan Israel yang merupakan negara pilihan Tuhan ternyata juga menjadi negara yang paling diremehkan dan dianiaya. Israel bisa dipastikan tidak menikmati penghormatan dari dunia, karena telah menjadi negara yang telah dipilih Tuhan. Mengapa banyak bangsa bersikap seperti itu terhadap Israel?

Yohanes 15:18 berkata: "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu." Dari awalnya, setan telah membuat skema untuk menghancurkan mekanisme pembebasan yang Tuhan telah buat untuk memulihkan hubungan yang benar antara manusiaan dengan Sang Pencipta.

Kejadian 3:15 3:15, Tuhan berkata "Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

Ini seperti sebuah logika bahwa setan akan mengejar siapapun yang Tuhan pilih untuk dipakai menjadi kendaraan untuk memperlengkapi bangsa-bangsa dengan manifestasi Tuhan!

Allah memilih bangsa Israel untuk menjadi umat yang akan melahirkan Yesus Kristus, karena kehendak Allah sendiri, kehendak dalam hikmat, kuasa, visi dan misi Allah bagi dunia. Allah pertama-tama menjanjikan Mesias setelah Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa (Kejadian 3). Kemudian Allah menegaskan bahwa Mesias akan datang melalui jalur Abraham, Ishak dan Yakub (Kejadian 12:1-3) Yesus Kristus adalah penyebab utama mengapa Allah memilih Israel menjadi umat pilihanNya. Allah tidak harus memiliki “umat pilihan,” namun Dia memutuskan untuk melakukannya dengan cara itu. Yesus harus datang melalui sebuah bangsa, dan Allah memilih Israel.

Allah mempunyai misi untuk dunia, menyatakan kasih dan anugerah-NYA melalui Yesus Kristus. Israel menjadi umat yang akan melahirkan Juruselamat dunia, Yesus Kristus. Inilah misi Allah bagi dunia. Yesus lahir di Israel diantara garis keturunan Abraham, untuk menawarkan sebuah harapan untuk semua bangsa sebagai Penyelamat dari dosa dan kematian (Yohanes 3:16)

Israel bukanlah sebuah negara Kristen, dan saya juga bukan seorang Yahudi, tetapi semua orang Kristen berhutang terima kasih untuk bangsa terpilih. Tuhan berjanji untuk mengembalikan Israel ke asalnya, dan janji itu sedang digenapkan sekarang! Sementara itu Iblis tetap mengejar untuk menduduki Israel lebih dulu dengan cara mengumpulkan bangsa-bangsa melawan Zionis.

Perlawanan terhadap Israel hari ini oleh dunia adalah agenda Antikristus untuk memusnahkan Israel. Ketidakpedulian orang-orang Kristen hari ini menyangkut  Israel akan mempercepat persatuan bangsa-bangsa non Yahudi, yang akan melumpuhkan pesan Kristus kepada semua bangsa!

Amsal 83:3, "Kata mereka: "Marilah kita lenyapkan mereka sebagai bangsa, sehingga nama Israel tidak diingat lagi!"

Setan memiliki hasrat untuk membasmi negeri pilihan Tuhan tersebut, dan ia melobi bangsa-bangsa non-Yahudi, dan terutama negeri non-Kristen untuk menghapuskan dari pikiran, semua ingatan tentang perjanjian antara Tuhan dan Israel.

Selama masa Sengsara Besar, setan akan melemparkan semua serangan terhadap bangsa pilihan Tuhan, dalam sebuah upaya menghalangi penepatan janjiNya ke bangsa yang Ia pilih.

Ideologi bangsa-bangsa bisa diidentifikasi dalam ayat yang baru saja saya kutip dalam Amsal 83; dan ini sama dengan usaha membuat sebuah dunia di bawah pemerintahan Nimrod.

Tema bangsa-bangsa dalam Kejadian 11; beberapa ayat berkata, "Marilah kita" membuat bata, dan marilah kita membuat sebuah kota, dan marilah kita membuat sebuah menara, dan marilah kita memakai sebuah nama untuk diri kita sendiri.

Perhatikan, berapa banyak bangsa-bangsa menggunakan kalimat "Marilah kita". Ini kalimat yang sama digunakan oleh bangsa-bangsa dalam Amsal 83, "Marilah kita lenyapkan mereka sebagai bangsa, sehingga nama Israel tidak diingat lagi!".

Setan telah memulai sebuah program diantara bangsa-bangsa non-Yahudi untuk membangun sebuah kota, atau negara yang tidak melibatkan sang Pencipta. Dapat disamakan dengan membangun sebuah dunia tanpa bergantung kepada Tuhan Israel, dan setan selalu menggunakan bangsa-bangsa untuk menjadi musuh satu bangsa yang Tuhan gunakan untuk membangun kerajaan surga.

Sayangnya, Israel juga memiliki sejarah mencoba untuk menempatkan dirinya diantara bangsa-bangsa, atau merasa ingin diterima oleh bangsa-bangsa di dunia. Israel selalu merespon dengan keterlibatannya dengan bangsa-bangsa lain, "Kami (Israel) tidak mau orang ini menjadi raja atas kami" (lukas 19:14).

Israel telah dihukum oleh Tuhan lebih dari semua bangsa di dunia karena kegagalan mereka untuk mengingat hubungan mereka dengan Tuhan. Kepada yang Tuhan kasihi, maka Ia memberi hukuman yang lebih besar, seperti bapak kepada anaknya.

1 Korintus 11:32 berkata, "Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia."

Yesaya 42:6, "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,"

Kisah Para Rasul 15 berbicara tentang masuknya "negeri atau kelompok pendukung" masuk ke dalam perjanjianNya, dan setelah itu dipenuhi maka Ia akan mengembalikan jantung Israel kembali ke dirinya sendiri!

Mereka yang terpilih ini disebut sebagai orang Kristen dan meliputi berbagai kewarganegaraan! Tuhan mengajarkan Firman ke bangsa-bangsa non-Yahudi, dan Israel pada waktunya akan diberitahu oleh bangsa non-Yahudi bahwa Yesus adalah Raja!

Jadi, benar bahwa semua manusia akan menjadi benih Abraham; dan berkat datang melalui Yesus Kristus. Galatia 3:29, " Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah."

Tuhan juga membangun sebuah kota, sebuah negara untuk semua manusia bisa menikmati kerajaan surga yaitu Yerusalem Baru! Sedangkan kebalikannya, kota dunia setan yang terpisah dari Tuhan disebut Babilonia.

Dari Babilonia, setan telah berusaha keras untuk mengajak bangsa-bangsa membentuk Komunitas Dunia diantara bangsa-bangsa non-Yahudi dengan memposisikan dirinya sebagai tuhan. Yesus menolak pemujaan pada kerajaan dunia karena kekuasaan mereka didominasi dan distruktur oleh setan.

Yesaya 40:17 "Segala bangsa seperti tidak ada di hadapan-Nya mereka dianggap-Nya hampa dan sia-sia saja." Ini adalah kesombongan akibat melawan Tuhan. Tuhan menggunakan satu negara untuk menjadi sebuah tanda bagi semua bangsa.

Mengapa Tuhan memilih Israel untuk memikul namaNya?

Ulangan 7:7 "Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu--bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa?"

Sudah sering Tuhan mengambil yang terkecil, -- yang tersisihkan dari dunia, mereka yang tertekan, mereka yang dianggap tidak berharga, -- untuk mengerjakan keajaibanNya!

Tentu saja Tuhan tidak membutuhkan orang yang kaya, berbakat, orang atau negara kuat, untuk membawa bangsa diselamatkan. Ia sangat sering menggunakan orang yang paling rendah hati dan punya keinginan mengikuti Dia. Ini sama persis dengan sikap yang diperlihatkan Abraham ketika Ia mengikuti Allah!

Tuhan memproklamirkan kepada Israel

Ulangan 7:6, "Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya."

Tuhan memproklamirkan pada Gerejanya:

Yohannes 15:19, "Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu"

Untuk mereka yang menanyakan alasan mengapa Tuhan memilih Israel, mereka harus juga merenungkan pertanyaan mengapa Tuhan memilih mereka.

Gereja dipanggil keluar dari dunia; dan untuk dipisahkan dari dunia sama halnya seperti Israel yang dikecualikan sebagai Manusia Suci bagi nama Tuhan.

Drama panjang perjalanan Israel diantara bangsa-bangsa, dan janji yang Tuhan buat untuk mengumpulkan semua bangsa di dunia memberikan pelajaran bahwa orang yang menerima panggilan untuk keluar dari dunia. Seperti ia menghukum kasih kepada Israel dan memeliharanya, Gereja dapat menarik kekuatan dari pertunjukkan karena ini mendemonstrasikan bahwa Tuhan menepati janjiNya!

Gereja adalah orang asing di dunia ini, dan Tuhan mendemonstrasikannya melalui Bangsa PilihanNya dimana Ia mengumpulkan Gereja sama seperti Ia juga mengumpulkan Israel dari seluruh bangsa.

Tuhan memilih Abraham untuk memisahkan dirinya dari dunia penyembah berhala dan menjadi bapak negara baru yang dibuat oleh Tuhan sang Pencipta. Israel menjadi penjelmaan negara itu. Untuk kepatuhan Abraham, Tuhan bersumpah bahwa Ia akan menjaga negara itu, dan melalui negara itu Tuhan mengirim manifestasi pembebasan dari ikatan dosa, yang mana tersedia untuk seluruh bangsa. Dengan memilih menetapkan benihNya diantara semua manusia, Tuhan memilih semua manusia.

Yesaya 42:1, "Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa"

Yesaya 43:9-11, " Biarlah berhimpun bersama-sama segala bangsa-bangsa, dan biarlah berkumpul suku-suku bangsa! Siapakah di antara mereka yang dapat memberitahukan hal-hal ini, yang dapat mengabarkan kepada kita hal-hal yang dahulu? Biarlah mereka membawa saksi-saksinya, supaya mereka nyata benar; biarlah orang mendengarnya dan berkata: "Benar demikian!" "Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku."

Alasan Allah memilih Israel bukan hanya untuk kedatangan Mesias semata-mata. Keinginan Allah bagi Israel adalah bahwa mereka akan pergi dan mengajar bangsa-bangsa lain mengenai Dia. Israel dipanggil menjadi bangsa imam, nabi dan misionari kepada dunia ini. Rencana Allah bagi Israel adalah menjadi bangsa yang berbeda, bangsa yang membawa orang kepada Allah dan janjiNya mengenai Penebus, Mesias dan Juruselamat. Secara umum, Israel gagal dalam tugas ini. Namun demikian, tujuan utama Allah bagi Israel, yaitu membawa Mesias dan Juruselamat, telah terpenuhi dengan sempurna – dalam diri Yesus Kristus. Israel mungkin gagal mewujudkan rencana Allah sebagai bangsa yang mengemban misi kenabian, keimamam dan pekerja misi, tetapi melalui Israel, karya Allah melalui Yesus Kristus telah digenapi.

Kasih Allah yang sangat besar di dalam Yesus Kristus adalah untuk seluruh bangsa, untuk dunia ini. Inilah yang harusi kita wartakan, tentang kabar baik ini, kabar kasih dan anugerah Allah, sehingga seluruh dunia menerima kasih anugerah Allah di dalam Yesus Kristus. Panggilan ini ditujukan kepada kita orang-orang yang sudah percaya,

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari DIA, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan, kepada terangNYA yang ajaib” (1 Petrus 2:9).

 

Terima kasih kepada Tuhan karena telah memilih saya!

Visit www.bigtheme.net/wordpress for wordpress templates